IAIN Pekalongan Gelar FGD Penguatan Jurnal

02 November 2019

Senin, 28 Oktober 2019 IAIN Pekalongan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema penguatan jurnal IAIN Pekalongan menuju terindeks oleh database nasional dan internasional bereputasi. FGD ini merupakan bagian dari kegiatan Sabbatical Leave yang merupakan program kerja sama dengan Kementerian Agama dengan narasumber Prof. Dr. H. Syamsul Ma’arif, M.Pd. Acara yang di moderatori Nanang Hasan Susanto, M.Pd.I. dimulai dengan pembacaan curriculum vitae narasumber serta memberikan sedikit stimulus penguatan pengelolaan jurnal dengan selogan membangun atmosfer akademik berbasis moderasi beragama.

Dr. Maghfur, M.Ag selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Pekalongan yang mewakili Rektor IAIN Pekalongan dalam sambutan pembukaan acara mengatakan bahwa jarang sekali professor muda dari ilmu tarbiyah atau pendidikan, karena biasanya yang banyak dari fakultas ushuludin, sehingga dengan penuh semangat Dr. Maghfur membuka acara ini. Selanjutnya Dr. Maghfur mengatakan bahwa peningkatan kultur akademik dan pengelolaan jurnal yang baik, menjadi tujuan yang ingin dicapai IAIN Pekalongan. Terbukti dengan adanya 9 jurnal yang sudah terindeks di Sinta. Mengacu pada Renstra IAIN Pekalongan dalam mengelola jurnal harus ada peningkatan program prioritas Rektor untuk akreditasi jurnal selain akreditasi program studi. Berdasar riset-riset yang berkualitas ada 4 pilar yang harus dilakukan diantaranya dalam bidang penguatan kelembagaan, pungkas Dr. Maghfur.

Prof. Syamsul sebagai narasumber sebelum masuk materi FGD memberikan motivasi kepada para peserta yang terdiri dari para pendekar jurnal atau juga disebut para mujahid pengelola jurnal di lingkungan IAIN Pekalongan dengan menceritakan awal mula adanya jurnal dan perkembangannya di UIN Walisongo Semarang. Publikasi ilmiah mendapat bantuan dana dari Kemenag dan salah satu strategi penguatan jurnal internal juga didukung funding-funding sesuai dengan kebutuhan penelitian. Adanya kesadaran pentingnya penguatan jurnal menjadi salah satu faktor keberhasilan, selanjutnya penguatan funding bantuan penelitian dan kecerdasan membangun jejaring. Universitas yang hebat di support oleh jurnal yang terkualifikasi. Selain itu Prof. Syamsul juga mengatakan keberlangsungan sosial dan humaniora yang terbatas menjadikan dosen terjebak pada rutinitas kampus serta kapitalisasi jurnal, sedangkan jurnal yang submit melalui seminar tidak dihitung angka kredit.

Terkait jurnal, Prof. Syamsul menekankan pentingnya mengetahui masalah dan isu-isu aktual tentang artikel pendidikan yang dikaitkan dengan isu sentral atau isu krusial dan relevan. OJS tidak bisa ditipu dalam proses naturalistik, akibatnya jurnal tidak akan terbit. Editor in chief menjaga paradigma jurnalnya, dan harus sensitif sebagai pengelola jurnal dengan membuat deskripsi dari jurnal sebelum web of science mendatangkan review dan penulis yang baik. Acara FGD ini ditutup oleh Dr. H. Mukhlisin, M,Ag selaku wakil rektor bidang akademik dan diakhiri dengan sesi foto bersama peserta._(Humas Bagian Umum)

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…