IAIN Pekalongan Selenggarakan Workshop Manajemen Resiko

20 November 2020

Pekalongan (20/11) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Workshop Penyusunan Manajemen Resiko selama 2 hari, pada Kamis – Jum'at, 19 – 20 November 2020 bertempat di Hotel Dafam Pekalongan. Kegiatan yang digawangi Satuan Pengawasan Internal (SPI) ini dimulai pukul 08.00 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan panitia, sambutan dan pembukaan secara resmi serta ditutup dengan do'a. Turut hadir dalam acara ini di antaranya Rektor, Para Wakil Rektor, Para Dekan dan sejumlah pimpinan unit kerja di lingkungan IAIN Pekalongan.

Dalam laporannya, Kepala SPI, H. Muhammad Nasrullah, M.S.I Selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa manajemen risiko merupakan metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman. IAIN Pekalongan untuk menuju PTKIN yang handal harus mampu mengidentifikasi resiko dan memanaj resiko tersebut agar tidak menjadi ancaman di kemudian hari. Adapun tujuan diselenggarakannya workshop ini adalah mendorong setiap unit kerja untuk bertindak proaktif dalam mengurangi risiko negatif dan menjadikan manajemen risiko sebagai sumber keunggulan daya saing dan meningkatkan kinerja organisasi, terangnya. 

Lebih lanjut Nasrullah menuturkan bahwa workshop ini diikuti oleh semua pemangku jabatan di lingkungan IAIN Pekalongan berjumlah 40 (empat puluh) orang. Adapun materi workshop ini meliputi implementasi manajemen resiko pada perguruan tinggi, tata kelola manajemen resiko, penyusunan peta resiko, dan praktik tata kelola manajemen resiko dalam aplikasi digital. Di akhir laporannya, Nasrullah meminta agar para peserta workshop senantiasa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan berperan aktif dalam penyusunan peta resiko dan tata kelola manajemen resiko, pungkasnya.

Sementara itu Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa IAIN Pekalongan belum memiliki manajemen resiko yang baik, sehingga kegiatan ini sangat urgen untuk diselenggarakan. Semua kegiatan dan program yang akan dan telah dilaksanakan IAIN Pekalongan tentu mempunyai resiko, sehingga perlu pemetaan dan selanjutnya dikendalikan agar tidak menjadi hambatan dalam pengembangan kampus IAIN Pekalongan ke depan. Semua pimpinan unit kerja harus tau dan mampu mengidentifikasi resiko-resiko yang kemungkinan akan terjadi, sehingga dapat melahirkan manajemen yang baik, akuntabel dan transparan, tegasnya. 

Rektor berharap, SPI terus menjadi pengendali kegiatan yang diajukan oleh unit kerja sehingga pimpinan nyaman dan aman dalam mempertanggungjawabkan kegiatan tersebut. SPI juga perlu mensosialisasikan lebih lanjut dan menindaklanjuti hasil workshop manajemen resiko kepada para pimpinan unit kerja di lingkungan IAIN Pekalongan. Rekomendasi dari para narasumber menjadi sangat penting sebagai rujukan perbaikan tata kelola di IAIN Pekalongan. Rektor yakin ke depan kampus kita tercinta ini akan semakin baik, semakin maju dan semakin mampu mempertanggungjawabkan program yang akan dilaksanakan, jelasnya.

Workshop selama 2 (dua) hari ini menghadirkan narasumber ahli di bidang manajemen resiko dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, yaitu: 1) Dr. Deni Suardini, S.E., AKT., M.M., CFRA, CA, QIA yang juga menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Agama; 2) Dr. Ade Irma Sholihah, M.Psi (Kasubbag TU Inspektorat Wilayah IV); 3) Desmi Avicena Medina, M.M (auditor pada Itjen Kemenag). Output workshop penyusunan manajemen resiko ini diharapkan mampu mengantarkan IAIN Pekalongan menjadi Good University Governance._(Humas_Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…