Senat IAIN Pekalongan Gelar Sidang Pertimbangan Kualitatif Bakal Calon Rektor Periode 2021–2025

20 November 2020

Pekalongan (20/11) - Senat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menggelar sidang tertutup dalam rangka pemberian pertimbangan kualitatif bakal calon Rektor periode 2021-2025. Sidang Senat berlangsung selama 2 (dua) hari, yaitu pada tanggal 19-20 November 2020 bertempat di Hotel Horison Pekalongan.

Sidang Senat dibuka oleh Ketua Senat IAIN Pekalongan pada pukul 13:00 WIB. Secara berurutan, rangkaian kegiatan Sidang Senat meliputi pembahasan tata tertib, pengisian data pernyataan kualifikasi diri (PKD) oleh bakal calon Rektor, paparan dan penilaian PKD, serta penyerahan hasil pertimbangan kualitatif dari Senat IAIN Pekalongan kepada Rektor IAIN Pekalongan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh Tim Humas, Ketua Senat IAIN Pekalongan, Dr. Hj. Siti Qomariah, M.A., menyatakan bahwa pertimbangan kualitatif bakal calon Rektor ini merupakan bagian dari proses seleksi calon Rektor IAIN Pekalongan. Tata tertib dan mekanisme sidang berpedoman pada Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015 dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 3151 Tahun 2020. Menurut Dr. Qomariah, pertimbangan kualitatif bakal calon Rektor meliputi 6 (enam) aspek, yaitu moralitas atau integritas, kepemimpinan, manajerial, kompetensi akademik, jaringan kerja sama, serta visi, misi dan program kerja. “Hasil pertimbangan kualitatif ini nanti akan disampaikan secepatnya kepada Menteri Agama melalui Rektor. Insya Allah Senin depan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag menjelaskan bahwa pada prinsipnya semua bakal calon Rektor yang sudah lolos verifikasi administrasi mempunyai kompetensi kepemimpinan, reputasi akademik, dan integritas yang baik. “Saya percaya bahwa semua calon Rektor adalah orang-orang yang baik,” tegasnya saat diwawancarai oleh Tim Humas. Namun demikian, sebagaimana umumnya suatu kompetisi, tentu harus ada uji kompetensi untuk menentukan satu orang yang terbaik di antara beberapa kandidat yang baik. Menurut Dr. Ade, Sidang Senat dalam rangka pemberian pertimbangan kualitatif ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara detail atau terperinci mengenai _track record_ dan program kerja yang akan ditempuh oleh para calon dalam memimpin dan memajukan IAIN Pekalongan ke depan.

Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. sebagai bakal calon Rektor yang telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, mengungkapkan kesiapannya untuk berkompetisi dalam seleksi Rektor IAIN Pekalongan. Jika terpilih kelak, beliau ingin mengupayakan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan kampus berbasis IT. Namun demikian, Dr. Zaenal juga meyakini bahwa semua calon memiliki cita-cita luhur untuk mengembangkan kampus IAIN Pekalongan. Terlebih, terkait proyeksi IAIN Pekalongan akan menjadi UIN Pekalongan di 2021 mendatang, setiap calon Rektor sudah semestinya menyongsong dan menyiapkan diri untuk memajukan kampus, tegas Dr. Zaenal yang mengusung jargon SMART Campus _(Science, Moderation, Accountability, Religiosity, and Transformation)_ ini.

Senada dengan Dr. Zaenal, Dr. H. Makrum, M.Ag. yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana juga menyatakan kesiapannya dalam mengikuti seleksi Rektor IAIN Pekalongan periode 2021 – 2025. Sebagai dosen senior yang sudah mendekati masa pensiun, beliau ingin mengoptimalkan pengabdiannya di IAIN Pekalongan melalui jabatan Rektor yang diakuinya sebagai bagian dari investasi akhirat. Dr. Makrum cukup optimis akan mampu mewujudkan transformasi IAIN Pekalongan menjadi UIN Pekalongan di tahun 2021 dan menjadikan akreditasi UIN Pekalongan sebagai Perguruan Tinggi Islam yang unggul di tahun 2024. Adapun program kerjanya jika terpilih menjadi Rektor nanti berupa penguatan 9 (Sembilan) kriteria yang disyaratkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). 

Sementara itu, Dr. H. Imam Kanafi, M.Ag. yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah memposisikan program pencalonan Rektor sebagai proses pembelajaran untuk meningkatkan leadership dan sebagai wasilah agar dapat berkontribusi lebih maksimal dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Oleh karenanya, Dr. Imam telah sepenuhnya siap dalam mengikuti seleksi Rektor IAIN Pekalongan, baik siap dalam pemikiran, mental, administrasi, tenaga, dan sebagainya. Jika kelak terpilih, beliau ingin melakukan penguatan di bidang SDM. Menurutnya, SDM unggul akan memiliki dampak sistemik yang signifikan bagi tata kelola kelembagaan, bangunan keilmuan, pendidikan, riset, pengabdian, pengelolaan keuangan, sarpras, informasi, dan seterusnya.

Sebagaimana diketahui, Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor IAIN Pekalongan Periode 2021 – 2025 telah berhasil menjaring 4 (empat) dosen di lingkungan IAIN Pekalongan sebagai bakal calon Rektor melalui proses verifikasi administrasi. Empat nama dimaksud adalah 1) Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., 2) Dr. H. Makrum, M.Ag., 3) Dr. H. Imam Kanafi, M.Ag., dan 4) Dr. Maghfur, M.Ag. Dari empat nama tersebut, Dr. Maghfur, M.Ag. yang saat ini menjabat sebagai Ketua LP2M tidak bersedia diwawancarai karena alasan kesehatan. Informasi akhir, Senat dan Panitia Penjaringan dalam waktu dekat akan menyelenggarakan sosialisasi visi, misi dan program kerja calon Rektor IAIN Pekalongan Periode 2021 – 2025 secara blended, yakni langsung (offline) dan virtual._(Humas_Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…