IAIN Pekalongan Gelar FGD Evaluasi Kelembagaan dan Persiapan Transformasi Menuju UIN

08 October 2020

Pekalongan (7/10) -  IAIN Pekalongan menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Evaluasi Kelembagaan Pasca Perubahan Bentuk Menjadi IAIN Pekalongan dan Persiapan Transformasi Menuju UIN Pekalongan. FGD yang diinisiasi oleh Tim Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI (Biro Ortala Kemenag RI) ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan bertempat di Kampus 1 IAIN Pekalongan Jl. Kusuma Bangsa Nomor 9 Kota Pekalongan. Turut hadir dalam FGD ini, yaitu Rektor IAIN Pekalongan, Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Kepala Unit dan anggota tim persiapan alih status kelembagaan.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Pekalongan, Dr. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. menyampaikan bahwa pasca transformasi kelembagaan dari STAIN menjadi IAIN di tahun 2016, IAIN Pekalongan telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, mulai dari penambahan program studi (prodi), jumlah SDM, jumlah mahasiswa, sarana dan prasarana, dan pengembangan lainnya. Hal ini, menurutnya, menjadi modal yang cukup signifikan dalam rangka persiapan menuju universitas. Dr. Ade berharap kiranya hasil evaluasi kelembagaan dari Tim Biro Ortala nantinya dapat menjadi masukan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proses transformasi kelembagaan (alih status) dari IAIN menjadi UIN. “Kami siap diberi amanat menjadi UIN Pekalongan,” tegasnya.

Sementara itu, Hasan Wildan Syadzili, M.Ed. selaku narasumber dari Biro Ortala Kemenag RI mengatakan bahwa indikator evaluasi kelembagaan IAIN Pekalongan meliputi dua dimensi, yaitu struktur dan proses. Dimensi struktur mencakup kompleksitas, formalisasi, dan sentralisasi. Sedangkan dimensi proses mencakup keselarasan, tata kelola dan kepatuhan, perbaikan dan peningkatan proses, manajemen resiko, dan teknologi informasi. Adapun terkait persiapan transformasi menuju UIN Pekalongan, Tim Biro Ortala menyoroti bahwa persiapan transformasi kelembagaan berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 Tahun 2020. Selanjutnya, Tim Biro Ortala melakukan verifikasi data dan informasi sesuai yang telah diisikan dalam proposal perubahan bentuk dari IAIN Pekalongan menuju UIN Pekalongan.

Kepala Bagian Umum IAIN Pekalongan, Saiful Anam, M.A. yang juga sebagai koordinator tim sekretariat menyampaikan bahwa FGD kali ini adalah bagian tindak lanjut dari presentasi perubahan bentuk kelembagaan oleh Rektor IAIN Pekalongan pada 9 September 2020 lalu di Jakarta. Sebagaimana diketahui, pada tanggal tersebut IAIN Pekalongan bersama dengan 9 (sembilan) IAIN yang lain memenuhi undangan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI untuk menyampaikan presentasi proposal perubahan bentuk kelembagaan yang telah diajukan. "Selain dalam rangka verifikasi data dan informasi sebagaimana yang telah dituangkan dalam proposal perubahan bentuk kelembagaan, FGD ini juga dimaksudkan untuk menggali informasi lebih dalam secara riil di lapangan dengan melakukan wawancara kepada para responden melalui kuisioner yang telah disiapkan oleh Tim Biro Ortala", terangnya.

Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Evaluasi Kelembagaan Pasca Perubahan Bentuk Menjadi IAIN Pekalongan dan Persiapan Transformasi Menuju UIN Pekalongan ditutup dengan doa. Secara umum, acara FGD berjalan lancar dan tetap mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Selanjutnya, tim Biro Ortala akan melakukan wawancara secara acak kepada para responden pada hari berikutnya selama 2 (dua) hari, tanggal 8-9 Oktober 2020._(Humas_Bagian Umum)

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…