Ground Breaking Pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan Berlangsung Lancar

14 August 2020

Pekalongan (14/8) - Pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan di Kampus II IAIN Pekalongan di Jalan Pahlawan KM. 5 Kajen Kabupaten Pekalongan mulai dilakukan. Pembangunan masjid diawali dengan Ground Breaking (peletakan batu pertama-red) yang dihadiri oleh unsur Muspida Kabupaten Pekalongan, organisasi keagamaan, para kiai, tokoh masyarakat, civitas akademika IAIN Pekalongan serta para stakeholder lain di wilayah Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan, pada Kamis pagi 13 Agustus 2020. Prosesi Ground Breaking tetap mengedepankan protokol kesehatan lantaran saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan-sambutan, peletakan batu pertama secara simbolis dan diakhiri dengan do'a. Pelaksanaan Ground Breaking juga disiarkan secara live melalui youtube IAIN Pekalongan. Hal ini dimaksudkan agar prosesi Ground Breaking dapat disaksikan oleh civitas akademika IAIN Pekalongan dan masyarakat umum, mengingat tamu undangan sengaja dibatasi untuk menghindari kerumunan massa. Secara umum, acara berlangsung lancar dari awal hingga akhir.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan, H. Achmad Jaiz CH S.Ag. dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan ini bersumber dari dana swadaya masyarakat. Di antaranya, infaq dari para alumni, mahasiswa, orang tua mahasiswa, civitas akademika, pihak-pihak lain yang tidak mengikat serta masyarakat umum. Pembangunan masjid sendiri, menurutnya, diprakarsai oleh para alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni (Ika) IAIN Pekalongan dan Paguyuban Orang Tua Mahasiswa (Pagoma) IAIN Pekalongan yang memiliki program ingin membangun masjid sebagai sarana peribadatan dan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya. Sebagaimana diketahui, jumlah mahasiswa IAIN Pekalongan telah lebih dari 10 ribu, namun sejauh ini belum memiliki sarana peribadatan yang memadai. Oleh sebab itu, panitia bertekad bulat ingin merealisasikan program pembangunan masjid tersebut. "Maka, kami memohon doa restu, bantuan dan dukungan dari semua pihak, karena pembangunan ini atas dasar swadaya masyarakat," tegasnya. Ia menambahkan, masjid akan dibangun di atas lahan sekitar 1.600 meter per segi, dua lantai dengan anggaran kurang lebih Rp 25 miliar.

Sementara itu, Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Ade Dedi Rohayana M.Ag. menyatakan bahwa kebutuhan masjid di Kampus II IAIN Pekalongan di Kajen tergolong sudah sangat mendesak. Selain bisa digunakan oleh masyarakat setempat, pembangunan masjid juga dalam rangka merespon mahasiswa IAIN Pekalongan yang jumlahnya telah melebihi 10 ribu. Diprediksi, pada tahun 2022, jumlah mahasiswa dimaksud seluruhnya akan berpindah ke Kampus II IAIN Pekalongan di Kajen. "Pembangunan masjid ini ibarat gayung bersambut. IAIN Pekalongan berkeinginan membangun masjid, sementara Ikatan Alumni bersinergi dengan Paguyuban Orang Tua Mahasiswa memiliki program yang sama. Maka, sejak akhir 2019, kita membentuk kepanitiaan. Kami bersyukur hari ini masjid yang dicita-citakan telah dimulai pembangunannya," terangnya.

Bupati Pekalongan, K.H. Asip Kholbihi S.H., M.Si. yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, Pemkab sangat serius perihal pengembangan perguruan tinggi di wilayah Kab. Pekalongan. Pada prinsipnya, kata dia, pemerintah setidaknya memiliki dua fungsi, yakni fasilitator dan regulator. Dari fungsi itu, berdirilah sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan, salah satunya IAIN Pekalongan. Terkait pembangunan masjid, hal ini adalah kebutuhan vital bagi IAIN Pekalongan. "Kami sangat mendukung terealisasinya pembangunan masjid di IAIN Pekalongan. Insya Allah, Pemkab juga akan membantu," tutur Asip. Menurutnya, masjid ini sebagai bentuk amal jariyah yang nantinya diwariskan kepada para generasi penerus._(Humas Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…