Plt. Sekjen Kemenag Resmikan Rumah Moderasi Beragama IAIN Pekalongan

29 July 2020

Pekalongan (29/7) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Peresmian Rumah Moderasi Beragama. Kegiatan ini diadakan di Ruang Meeting Lantai III Gedung FEBI yang berlokasi di Kampus II IAIN Pekalongan, Rowolaku, Kajen, Kabupaten Pekalongan, Selasa (28/07/2020).

Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) RI, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag., hadir dalam FGD ini sekaligus meresmikan Rumah Moderasi Beragama IAIN Pekalongan. Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag., membuka acara tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada Prof. Nizar atas kehadirannya di IAIN Pekalongan.

Dr. Ade menuturkan bahwa rumah moderasi beragama sangat penting eksistensinya guna menjadi wadah kegiatan berbasis moderasi dalam keagamaan. Terlebih lagi, rumah moderasi beragama merupakan salah satu program prioritas dalam rencana jangka panjang Presiden RI dan arah kebijakan Menteri Agama RI. “Seluruh sivitas akademika harus turut serta menyukseskan adanya rumah moderasi beragama di IAIN Pekalongan,” imbaunya.

IAIN Pekalongan, sambung Dr. Ade, akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Kota dan Kabupaten Pekalongan serta berbagai rumah moderasi beragama PTKIN di Jawa Tengah. “Moderasi beragama harus dijunjung tinggi untuk mencegah disintegrasi antarumat beragama di Indonesia,” tegasnya. Terakhir, Rektor meminta dukungan dari Plt. Sekjen Kemenag RI dan arahan terhadap program-program yang akan dijalankan di Rumah Moderasi Beragama IAIN Pekalongan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Prof. Nizar tentang moderasi beragama di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Sekjen yg secara definitif menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah ini menjelaskan bahwa rumah moderasi beragama harus menjalankan 5 (lima) amanat Menteri Agama RI, yaitu: 1) penguatan sikap, cara pandang, dan praktik beragama yang wasathiyah (berada pada jalan tengah), 2) penguatan harmoni dan kerukunan umat beragama, 3) penguatan relasi agama dan budaya, 4) peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama, dan 5) pengembangan ekonomi dan sumber daya keagamaan.

Memandang lima amanat tersebut, “rumah moderasi beragama juga harus dapat mengembangkan moderasi beragama pada level praksis untuk mengedepankan toleransi antarumat beragama di masyarakat,” ucap Prof. Nizar. Pendirian rumah moderasi beragama merupakan tindak lanjut arah kebijakan Menteri Agama RI Periode 2019-2024 dan Surat Edaran Dirjen Pendis Nomor B-3663.1/Dj.I/BA.02/10/2019 tertanggal 29 Oktober 2019 tentang Edaran Rumah Moderasi Beragama.

Prof. Nizar menegaskan bahwa meneguhkan moderasi beragama menjadi tanggung jawab bersama baik akademisi maupun masyarakat. “Tugas kita selanjutnya ialah bagaimana menerjemahkan kurikulum berbasis moderasi beragama pada tingkat pendidikan dasar, menengah, dan tinggi,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Pekalongan, Dr. H. Muhlisin, M.Ag., yang memoderatori FGD ini menyatakan bahwa rumah moderasi beragama ini sudah diinisiasi sejak Menteri Agama RI Periode 2014-2019 dengan melihat beragam kasus dan potensi intoleransi beragama di Indonesia. “Memiliki sikap moderasi beragama dapat mendorong warga negara Indonesia untuk berjiwa besar sehingga juga mendukung program Revolusi Mental yang ditekankan oleh pemerintah,” tutup Dr. Muhlisin. Pada akhir kegiatan, Plt. Sekjen Kemenag membubuhkan tanda tangan pada prasasti sebagai tanda diresmikannya kelembagaan Rumah Moderasi Beragama IAIN Pekalongan._(Humas Bagian Umum)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…